Keuntungan Tesla turun pada kuartal kedua tahun ini setelah harga jual rata‑rata (average selling price) mobil perusahaan mengalami penurunan tajam. Penurunan ini menekan margin operasi meski volume pengiriman kendaraan meningkat dibandingkan tahun lalu.

Perusahaan melaporkan margin operasi turun menjadi 1.4% untuk kuartal yang berakhir Juni, dari 4.1% pada periode yang sama tahun lalu. Tesla mengirimkan 451,758 unit kendaraan, naik 10% dari tahun sebelumnya, namun harga jual rata‑rata kendaraan merosot 27% menjadi $42,730, turun dari $58,564 setahun sebelumnya.
Penurunan margin dan harga jual
Walau jumlah pengiriman naik, pendapatan otomotif per unit menyusut signifikan. Runtuhnya average selling price tercatat sebagai faktor utama yang menggerus keuntungan perusahaan pada kuartal kedua. Perusahaan menempuh strategi menurunkan harga dan menawarkan skema pembiayaan yang lebih menarik untuk menghadapi persaingan yang kian ketat.
Di Inggris, misalnya, Model 3 ditawarkan untuk disewa dengan skema £295 per bulan dan uang muka £295, sehingga pelanggan membayar £7,572 selama dua tahun untuk mobil yang memiliki harga jual £37,990. Langkah ini menunjukkan upaya Tesla menyesuaikan penawaran agar tetap kompetitif di pasar Eropa dan global.
Fokus pasar global dan performa model utama
Penurunan insentif EV di AS membuat perusahaan mengalihkan fokus ke pasar lain, termasuk Eropa dan China. Model Y dilaporkan berpotensi menempati posisi teratas penjualan di Eropa pada enam bulan pertama tahun ini, sementara Model Y dan Model 3 menjadi dua model listrik terlaris di Inggris pada periode yang sama menurut data SMMT.
Model 3 — yang diproduksi di pabrik Tesla di Shanghai — tercatat sebagai mobil buatan China terlaris ketiga di Inggris selama periode itu, setelah Jaecoo 7 dan MG HS. Ketergantungan pada Model 3 dan Model Y tetap kuat: Tesla membangun 442,936 unit dari kedua model tersebut dalam tiga bulan terakhir, sementara model lain, termasuk Cybertruck, hanya menyumbang 8,822 unit produksi.
Ambisi robotaksi dan masalah peluncuran Cybercab
Perusahaan berupaya mengalihkan bisnisnya ke bidang yang lebih bernilai tinggi, seperti robotaksi dan robotika. Namun, pengembangan layanan robotaksi berbasis Model Y dan kendaraan khusus Cybercab belum berjalan sesuai harapan. Peluncuran Cybercab yang dimulai di Austin, Texas, menghadapi hambatan dan belum berkembang luas.
CFO Vaibhav Taneja menyebut ada “kinks” yang menyebabkan peluncuran berjalan lambat. Hambatan ini kontras dengan janji CEO Elon Musk bahwa “millions of Teslas would operating fully autonomously in the second half of next year”. Hingga kini, program robotaksi hanya mencapai beberapa kota saja meski diumumkan lebih luas sebelumnya.
Dampak pada pasar modal dan prospek
Penurunan profitabilitas dan perlambatan inisiatif teknologi memberi tekanan pada saham perusahaan; harga saham Tesla turun sekitar 29% sejak awal tahun. Perusahaan kini menghadapi tantangan ganda: menahan erosi margin di bisnis intinya sekaligus mempercepat pengembangan sumber pendapatan baru yang lebih menguntungkan.
Dengan persaingan yang semakin kuat di segmen kendaraan listrik dan target ambisius di ranah otonom, jalur pemulihan profitabilitas perusahaan akan bergantung pada kemampuan menyeimbangkan strategi harga, efisiensi produksi, dan keberhasilan peluncuran layanan robotik yang masih tertunda.
