Survei keandalan mobil 2025 mengungkap daftar mobil paling handal di berbagai segmen, sekaligus menunjukkan model yang sering bermasalah. Survei ini didasarkan pada pengalaman lebih dari 32.000 pemilik selama 24 bulan terakhir, sehingga memberikan gambaran praktis bagi mereka yang ingin menghindari risiko servis dan biaya perawatan tinggi.

Hasilnya menyorot beberapa pemenang yang sempurna dan model-model yang kerap mengalami gangguan, termasuk sejumlah mobil listrik yang menghadapi masalah baterai. Berikut rangkuman temuan utama menurut segmen.
Pemenang dan pecundang per segmen
Beberapa model mencatat skor nyaris sempurna atau benar-benar tanpa laporan gangguan, sementara ada juga model dengan tingkat masalah tinggi. Berikut sorotan per segmen:
- Small Cars: Paling handal Hyundai i10 (2020+) 100%. Paling rentan Renault Zoe (2013-2024) 85.1% (dilaporkan tingkat kerusakan 39%).
- Family Cars: Paling handal Kia Ceed (2018-2025) 98.8%. Paling rentan Hyundai Ioniq Electric (2016-2022) 80.1%.
- Executive cars: Paling handal Alfa Romeo Giulia (2016+) 98.2%. Paling rentan Mercedes‑Benz C‑Class (2021+) 76.3%.
- Small SUVs: Paling handal Kia EV3 (2024+) 100%. Paling rentan Nissan Juke Petrol (2019+) 55.2% — skor terendah di seluruh kategori survei.
- Family SUVs: Paling handal Opel Grandland Petrol (2024+) 99.6%. Paling rentan Volkswagen Tiguan (2024+) 64.2%.
- Luxury cars: Paling handal Lexus RX (2016-2022). Paling rentan Audi Q7 (2015+) 78.6%.
- Seven‑Seaters: Paling handal Hyundai Santa Fe (2018-2024) 100%. Paling rentan Audi Q7 (juga muncul sebagai yang terburuk di kategori ini).
- Electric cars: Paling handal BMW i3 (2013-2022) 97.4%. Paling rentan Hyundai Ioniq Electric (2016-2022) 80.1%.
- Electric SUVs: Paling handal Kia EV3 (2024+) 100%. Paling rentan Volkswagen ID 4 (2021+) 79.6%.
- Coupes/Convertibles/Sports: Paling handal Toyota GR Yaris (2020+) 100%. Paling rentan Porsche Taycan (2020+) 81.2%.
Polanya: area masalah yang sering muncul
Beberapa jenis gangguan muncul konsisten di banyak model. Pada mobil listrik, isu terkait baterai EV dan unit 12‑volt tercatat sering menjadi pemicu masalah besar yang membuat kendaraan tidak dapat dikendarai. Contohnya, Hyundai Ioniq Electric (2016-2022) tercatat memiliki masalah EV battery dan 12‑volt yang menyebabkan banyak unit tak dapat digunakan sementara menunggu perbaikan.
Sistem infotainment dan kelistrikan non‑mesin juga sering dilaporkan, terutama pada model yang mendapat skor rendah seperti Volkswagen Tiguan (infotainment 31% dari total masalah) dan Audi Q7 (non‑engine electrical 20%). Beberapa model, meski mengalami masalah, mendapat perbaikan ditanggung pabrikan; kasus Alfa Romeo Giulia misalnya, seluruh gangguan yang dilaporkan bisa diperbaiki tanpa biaya bagi pemilik.
Apa arti temuan ini bagi pembeli?
Angka‑angka ini membantu calon pembeli memahami risiko kepemilikan jangka pendek berdasarkan pengalaman ribuan pemilik. Model yang mencatat 100% dilaporkan tidak mengalami gangguan sama sekali dalam periode dua tahun yang ditinjau, sedangkan mobil dengan skor rendah sering disertai periode perbaikan yang lama dan biaya yang signifikan bagi pemilik.
Untuk pembeli yang mempertimbangkan kendaraan listrik, data menunjukkan variasi besar antar model: beberapa EV baru menunjukkan keandalan baik, tetapi ada pula model yang menghadapi masalah baterai dan masa perbaikan panjang. Di segmen konvensional, masalah infotainment dan sistem kelistrikan tetap menjadi penyebab umum gangguan.
Dengan mengetahui model yang paling handal dan yang paling bermasalah, konsumen bisa menimbang prioritas—apakah mengutamakan biaya perawatan rendah, masa waktu kendaraan tidak terpakai saat servis, atau cakupan garansi yang tersedia—sebelum memutuskan pembelian.
